Kultur jaringan merupakan salah satu cara
perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik
perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata
tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara
aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang
tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi
menjadi tanaman lengkap.
Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman
dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang
dilakukan di tempat steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk
membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit
dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai
beberapa keunggulan, antara lain:
·
Mempunyai
sifat yang identik dengan induknya
· Dapat
diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan
tempat yang luas
·
Mampu
menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat
·
Kesehatan
dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan
dengan perbanyakan konvensional
Ada satu sifat sel tumbuhan
yang mampu membentuk individu secara utuh. Sifat itu adalah sifat totipotensi.
Dengan sifat totipotensi, tumbuhan baru dapat dibudidayakan melalui teknik kultur
jaringan.
Teori totipotensi dikembangkan oleh seorang
ahli bernama G.Heberland pada tahun 1898. Beliau adalah seorang ahli fisiologi
yang berasal dari Jerman.
Adapun percobaan pada tanaman wortel dengan
totipotensi sel akan terbentuk individu baru yang menempuh beberapa tahapan
yaitu pada bagian bagian tumbuhan jaringan
floem akar pada tanaman wortel kemudian dipotong kecil-kecil masing-masing 2mg
lalu ditumbuhkan dengan menggunakan media bernutrien. Ketika sel-sel mengalami
pembelahan, maka akan terbentuk kalus. Kalus kemudian dipisahkan ke dalam media
nutrisi. Lalu kalus tersebut
membelah diri kemudian membentuk embrio.
Akhirnya terbentuklah tanaman baru. Adapun kalus adalah suatu kumpulan sel yang
terjadi dari sel-sel jaringan awal yang membelah secara terus menerus namun
belum terdiferensiasi.
Teori totipotensi sel (Total Genetic
Potential),artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti sel zigot yaitu
mampu memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap. Sifat
totipotensi pada jaringan tumbuhan dimanfaatkan untuk memperoleh keturunan
secara seragam dalam jumlah banyak serta terjadi dengan cepat, karena sel-sel
pada tumbuhan bersifat totipotensi yakni memiliki potensi penuh maka hal itu
dapat mempertahankan potensi zigot untuk melakukan pembentukan
pada semua bagian organisme secara matang.
Jika suatu sel dalam jaringan tanaman
dipisahkan dari induknya dan ditumbuhkan pada medium yang sesuai, maka ia akan
tumbuh menjadi tanaman baru. Metode inilah yang dipakai dalam kultur jaringan. Namun,
tidak semua jaringan tanaman mudah untuk ditumbuhkan karena bagian tanaman yang
sebaiknya digunakan adalah bagian yang sedang mengalami pertumbuhan pesat atau
sebagai pusat tumbuhan.
Pengambilan eksplan dari jaringan dewasa
dalam waktu lama tidak akan membentuk kalus, sebab kemampuan untuk membentuk
jaringan tidak ada. Pada prinsipnya eksplan dapat diambil dari semua bagian
tanaman baik dari jaringan akar, batang, dan daun muda, pucuk tanaman, tunas
muda, selain itu bagian bunga seperti anther, ovary, kelopak, dan kuncup bunga
yang masih muda. Biasanya sebagai bahan eksplan dipilih bagian-bagian jaringan
yang belum banyak mengalami perubahan bentuk dan kekhususan fungsi atau dipilih
bagian-bagian yang bersifat meristematik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar